Mengenang Pahlawan Revolusi Di Monumen Pancasila Sakti

Source by : Dokpri 

Assalamualaikum, gaes...

Kapan terakhir kamu berkunjung ke museum? Jangan bilang setahun yang lalu atau mungkin waktu kamu sekolah dulu, hiks hiks padahal berkunjung ke museum itu banyak banget manfaat yang kamu dapatkan salah satunya mengetahui lebih jauh tentang peristiwa sejarah di masa lampau seperti apa😇.

Owh ya belum lama ini, demi mengisi waktu senggang memasuki liburan sekolah aku sempatkan diri untuk mengunjungi salah satu tempat sejarah yang berada di sekitaran lubang buaya dimana jaraknya terbilang dekat rumah aku sekitar 2,5 km palingan juga kalau dijangkau sepeda motor hanya memakan waktu sekitar 20 menit itupun jika gak macet ya gaes😂.

Ihwal pingin ke tempat tersebut tepatnya Monumen Pancasila Sakti sehari sebelumnya aku lewat di depannya ketika mau silahturahmi ke rumah ibu pengawas dan terbersit keinginan kuat ingin masuk ke dalamnya secara seumur-umur walaupun rumah dekat aku belum pernah namanya menginjakkan kaki ke dalam tempat bersejarah tersebut. Masa kita kalah sih sama pengunjung dari luar kota yang bela-belain datang ke sini dengan menempuh jarak sampai puluhan hingga ratusan km.

Source by : Dokpri

Akhirnya hari sabtu yang cerah aku pergi ke sana ditemani suami tercinta untuk menjelajah lebih dalam tentang Monumen Pancasila Sakti hanya ditempuh perjalanan sekitar 20 menit. Sesampainya di sana kita melewati gerbang pembelian tiket masuk dengan membayar 15 ribu dengan perincian 2 tiket orang, 1 tiket motor dan sticker gambar monumen pancasila sakti. Dari gerbang menuju lokasi lumayan jauh kalau jalan kaki bakal pegal gitu kecuali kalau jalannya bareng-bareng sama teman ya. Makanya kalau gak mau capek lebih baik bawa motor atau mobil saja😂.

Nyatanya animo masyarakat berkunjung ke museum itu masih rendah itu terlihat saat memasuki parkirannya yang masih sangat lenggang atau lowong, bayangkan saja di parkir motor aku hanya menjumpai kurang dari 10 motor saja sedangkan di seberangnya parkir mobil yang hanya terdiri dari 2 bus study tour dari kota cilacap. Tak jauh dari tempat parkir kita akan menjumpai kios-kios pedagang makanan minuman walaupun gak ramai pembeli seperti tempat rekreasi pada umumnya.


Source by : Dokpri

Menuju Museum Pengkhianatan PKI

Selanjutnya aku mengikuti arah panah ke 
destinasi sejarah yaitu Museum PKI (Pengkhianatan Komunis Indonesia) yang diresmikan oleh Presiden Soeharto tgl 1 Oktober 1992. Saat di dalam ruangan museum tersebut kita akan disuguhkan mulai dari koleksi pemberontakan PKI, photo pengangkatan jenazah pahlawan revolusi dan diorama peristiwa biadab dari pemberontakan PKI yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, dari diorama inilah kita melihat betapa kejamnya kekuasaan PKI di kala itu😓.
Source by : Dokpri


Masih dalam Kompleks Monumen Pahlawan Revolusi, aku selanjutnya menuju Museum Paseban yang dihubungkan melalui tangga untuk melihat beberapa diorama seperti rapat persiapan pemberontakan, latihan sukarelawan, penculikan Letjen. Ahmad Yani, penganiayaan di lubang buaya hingga tindak lanjut pelarangan PKI. Oh, ya selain itu terdapat photo ke-7 Pahlawan Revolusi yang telah diperbesar dari ukuran aslinya.

Sudut Ruangan Museum

My Partner Travelling

Menuju Ruang Kelik dimana barang-barang seperti pakaian yang mereka kenakan saat diculik, disiksa sampai akhirnya dibunuh lengkap dengan hasil visum dari dokter. Disini terdapat juga alat bantu pernapasan yang digunakan pada saat pengangkatan jenazah pahlawan revolusi dari sumur maut yaitu bernama Aqualung. Selanjutnya aku menuju ke Ruang Theater yang memutar rekaman bersejarah tentang pengangkatan jenazah, pemakaman, dan sebagainya untuk durasi pemutarannya sekitar 30 menit. Di Museum Paseban ini juga menyajikan Ruang Pameran Foto tentang pengangkatan jenazah pahlawan revolusi dan pemakamannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata. 

Setelah puas keliling tiap ruangan di museum PKI, rasanya ada yang kurang jika aku tak mendatangi titik tujuan dari tempat bersejarah yang selama ini bikin penasaran yaitu sumur maut dan 3 rumah bersejarah sebagai saksi bisu dalam tragedi berdarah 54 tahun lalu.

Sumur Maut

Destinasi pertama aku menuju sumur maut dimana sumur yang berdiameter 75 cm dan kedalaman 12 meter saksi bisu kebiadaban para korban PKI. Pengunjungnya juga dibatasi oleh pembatas agar tak mendekati sumur maut yang menjadi spot utama di kompleks memorial lubang buaya dan berada depan Monumen Pancasila Sakti. Dalam hati aku tak habis pikir betapa kejamnya PKI setelah puas menyiksa, membunuh kemudian memasukkan para korban dalam sumur yang sangat sempit secara bertumpuk-tumpukan😭. 

Setelah melihat tiap sudut sumur maut kemudian aku take photo dan wefie di depan Monumen Pancasila Sakti yang tujuannya dibangun untuk mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan Pancasila. Di Monumen ini telah berdiri 7 patung Pahlawan Revolusi diantaranya 

1. Letjen TNI Ahmad Yani
2. Mayjen TNI R. Suprapto
3. Mayjen TNI M.T. Haryono
4. Mayjen TNI Siswondo Parman
5. Brigjen TNI DI Panjaitan
6. Bridjen TNI Sutoyo Siswomiharjo
7. Lettu Pierre Tendean Ajudan 

Tibalah saat kita menuju 3 rumah bersejarah yaitu dapur umum, pos komando, dan rumah penyiksaan. Destinasi selanjutnya dapur umum dan kususuri tiap ruangan dimana penempatan setiap barang masih sama seperti wajan, kuali, bale-bale bambu dan sebagainya.


Peringatan nih bagi pengunjung dilarang untuk memindahkan, menggeser atau mendudukinya sebagai sikap menghormati atau menghargai saksi bisu sejarah. Mau cerita sedikit nih, saat disini aku merasakan something berbeda alias merinding disko soalnya my hubby diajakin ke dalam menolak alasannya hawanya beda😭. Intinya sih gaes yang penting berdoa terus jangan lupa jaga sikap ya🤗.




Kemudian cuzz aku ke pos komando, seperti rumah biasanya ada teras, ruang tamu bahkan ada mesin jahit yang berada di ruang tengah sebagai saksi bisu tragedi PKI 54 tahun lalu. Tak berbeda dengan dapur umum, kondisi pos komando masih tampak sama mulai dari bangunan sampai warna catnya. Di sini aku sempat jeprat jepret sebentar untuk bahan dokumentasi.

Sayangnya, aku tak rumah penyiksaan untuk melihat detail secara langsung kondisi tempat terjadinya penyiksaan kepada pahlawan revolusi kala itu. Ada beberapa pengunjung melihatnya dari dekat si rumah penyiksaan dimana letaknya tak begitu jauh dari pos komando, padahal ada penyesalan gak ke rumah penyiksaan. Hiks hiks

Dan, setelah puas keliling sana sini mengunjungi Museum PKI, sumur maut, Monumen Pancasila Sakti dan berakhir 3 rumah bersejarah saatnya kami pulang. Overall senang banget bisa ke sini menyaksikan saksi bisu sejarah kebiadaban PKI hanya dengan HTM yang sangat terjangkau. Berharap semoga tempat bersejarah seperti ini terus ramai dikunjungi agar bisa mengenal lebih dekat tentang jejak sejarah. Selamat Membaca!



7 komentar:

  1. Selama di jakarta belum pernah main kesini, makasih kak risma udah berbagi. jadi pengen jalan2 kesini kayaknya seru

    BalasHapus
  2. Seumur hidup belum pernah ke sini, baru lihat di buku PPKN dan Sejarah waktu masih SMA. Jadi ngebayangin gimana sejarah aslinya. Pengen jalan-jalan kensitu dah.

    BalasHapus
  3. Tiket masuknya murah yaa kak. Pengin ke sini, biar lebih tahu sejarah. Tapi temenin dong kak.. wkwk.. btw, pas baca bagian "merinding disko" aku jadi ikutan merinding :D

    BalasHapus
  4. Cie cie sekarang kalau pergi selalu ditemani suami ya ... Biar ga merinding ke monumen pancasila sakti. Aku belum pernah nih...Kak?

    BalasHapus
  5. Nice for sharing sis jadi pingin liburan ke sana juga :)

    BalasHapus
  6. Aku sewaktu SD kesana gak berubah ya ternyata. Semoga lebih byk lagi pengunjung ke situs sejarah ini ya

    BalasHapus
  7. Aku terakhir kali ke museum tahun 2018 kayanya, udah lama banget padahal menjelajah ke museum itu seru juga ya kak.
    Ya Allah serem pas baca sumur maut, merinding nggak sih kak pas di sumur maut?

    Kapan-kapan jadi pengen main ke Monumen Pancasila Sakti juga deh

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya, dan silakan berkomentar yang baik dan mengesankan.
Mohon jangan mengirimkan link hidup karena otomatis saya hapus. 🙏🙏

Diberdayakan oleh Blogger.