Tabligh Akbar Bersama Ustadzah Halimah Alaydrus : Kasih Sayang Tanpa Batas

Assalamualaikum, wr, wb. Alhamdulillah di awal tahun tanggal 01 Januari 2026 aku berkesempatan hadir di Tabligh Akbar bersama Ustadzah Halimah Alaydrus bertema : Kasih Sayang Tanpa Batas. Sudah lama sekali tidak hadir ke majelis ilmu karena kesibukan rutinitas mengajar dan kebetulan masih moment liburan kesempatan ini aku pergunakan untuk charge iman dan takwa biar makin istiqomah dan baik dalam menyongsong tahun baru 2026. 

Oh, ya langsung saja kita to the point saja untuk membahas lebih dalam mengenai tema tabligh akbar hari itu. Berikut ini ceramah dari beliau yang aku sudah lihat di channel youtube Ustadzah Halimah Alaydrus kemudian disalin kembali dalam bentuk tulisan. Selamat membaca ya : Kata Allah SWT " Dan rahmatku meliputi segala sesuatu, Rahmatku lebih luas dari apapun". Maka kasih sayang Nabi Muhammad SAW merupakan bagian dari kasih sayang Allah SWT menjadi kasih sayang tanpa batas. Ibarat kasih sayangnya Nabi Muhammad kayak kapal Nabi Nuh yang menyelamatkan umatnya dari kebanjiran. Kamu harus tahu bahwa kasih sayang Nabi Muhammad muat untuk seluruh umatnya. Jadi, kamu jangan khawatir, kamu gak bisa, kamu gak perlu takut, jangan-jangan nih kasih sayangnya Nabi Muhammad gak muat buat saya, jangan-jangan kasih sayangnya Nabi Muhammad gak muat buat anak saya, jangan-jangan kasih sayangnya Nabi Muhammad gak muat sampai ke cucu saya atau sampai ke keturunan saya.

Karena kadang-kadang orang suka bilang : orang tuanya kaya tuh hartanya cukup sampai ke tujuh turunan. Ada yang bilang : Kakek saya kaya tuh kaya raya, hartanya cukup untuk sampai ke tujuh turunan. "lah kamu kok gak kaya? karena saya keturunan ke delapan. Kamu gak bisa, dan gak perlu takut sama Nabi Muhammad urusan kasih sayang Nabi Muhammad itu gak ada batasnya, selama kamu umat Nabi Muhammad, perahu rahmatnya Nabi Muhammad muat buat semuanya. 

Tidak seperti kasih sayang kita serba terbatas, batasnya kecil banget. Kasih sayang kita limitnya sedikit sekali sedangkan kasih sayang Nabi Muhammad luas gak ada batasnya. Kita sebagai hamba sering kali tidak tahu mana bedanya apa yang kita mau dengan apa yang kita perlu. Seperti halnya kita menganggap bahwa sakit itu adalah sesuatu yang gak perlu, kita gak perlu sakit sama dengan kita menganggap kita gak perlu miskin, sama halnya dengan kita menganggap bahwa kita gak perlu dibenci orang, sama halnya kita menganggap bahwa kita gak perlu ditinggalkan orang apalagi pas lagi sayang-sayangnya.

Kita tuh suka menganggap bahwa kita gak perlu merasakan kesulitan, itu yang kita pikir tapi sebenarnya kita perlu semua itu hanya saja kita gak mau. Kasih sayang itu memberi apa yang perlu bukan apa yang dimau. Contohnya seperti sekarang, ketika Allah SWT memberikan panas berarti Allah gak sayang sama kita? Pastinya sayang dong, sayang. Sebab Allah tidak selalu memberi apa yang kita mau tapi Allah memberi apa yang kita perlu. Nabi Muhammad dengan kasih sayangnya, bukan berarti ketika kita sakit baca sholawat kepada Nabi Muhammad kemudian sakitnya hilang atau pergi terus langsung sehat gak selalu begitu justru kasih sayang Nabi Muhammad SAW tetap merasakan sakit tetapi dengan pemikiran-pemikiran berbeda tentang sakit tersebut. Jadi, kita tetap sakit tapi tetap sabar terhadap sakit kita karena sakit itu perlu biar kita tidak sombong, tidak semena-mena dalam kehidupan, sering kali perlu terluka untuk saling menghargai suka cita, sering kali perlu sakit untuk bisa lebih menghargai sehat, untuk mengerti bahwa dunia memang tempatnya sakit. 

Perihal sakit, Ustadzah menceritakan bagaimana setahun lalu beliau dikasih sakit yang amat sulit untuk menggerakkan badannya, walaupun sekadar miring kanan atau miring kiri. Berbulan dikasih sakit membuat beliau jadi merindukan surga. Sering kali kita harus merasakan kepedihan untuk bisa kangen sama tempat di sana gak pakai ada kepedihan. Allah SWT paling mengerti apa yang harus diberi pada hamba-hambaNya. Kita bisa kangen sama negeri akhirat, sama mati karena kematian mempertemukan kita dengan Nabi Muhammad SAW, mempertemukan kita dengan surga Allah SWT tapi kita tidak pingin mati, kita tidak mau mati. Kenapa tidak mau mati? karena hidup kita terlalu enak. 

Jadi, kalau lagi dikasih sulit, lagi dikasih sakit, dikasih sempit, kemiskinan yang menjerat, kesulitan kehidupan atau dibenci orang, atau ditinggalkan seseorang yang disayangi. Semua itu merupakan cara Allah agar kita perlu merasakan sulit, kemiskinan, ditinggalkan. Kita umat yang mendapatkan kasih sayang tanpa batas, tapi bukan sayang tersebut. Kamu berharap hidup kamu di dunia tidak apa-apa, sesekali sakit tidak apa-apa. Sepanjang tahun ke depan kita maunya tidak sakit tapi kalau nanti di sepanjang tahun ini Allah kasih kita sakit, bukan berarti kamu tidak disayang sama Allah SWT tidak disayang Nabi Muhammad tapi artinya kamu disayang Allah SWT disayang Nabi Muhammad SAW.

Kalau kamu lagi sakit, itu kayak Allah lagi berbisik di telingamu : kalau kamu tidak merasakan sakit bagaimana kamu tahu akulah penyembuhnya? Di saat sedang sakit seolah Nabi Muhammad SAW berbisik di telingamu : Umatku bersabarlah, kita punya janji pertemuan di telagaku kemudian surga. Umatku yang sabar bila kamu kepingin berjumpa denganku kalau gak pernah dikasih sakit takutnya terlalu betah hidupnya, jangan. Dunia ini bukan tempat kita untuk kerasan hidup. Yang Allah ceritakan kerasan-kerasan hidupnya itu adalah kaum yahudi, yang Allah ceritakan betah-betahnya hidup di dunia adalah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah SWT. Kata Allah, mereka gak akan pernah berharap mati, kalau umat islam gak begitu. Kita, umat islam dikasih sulit, sakit, sempit, dikasih hal-hal tidak menyenangkan dalam kehidupan karena Allah SWT kepingin kita buat kangen sama surga. 

Kalau kamu gak dikasih hati orang yang kamu sayangi berpaling darimu, kamu mungkin gak segitunya mengharapkan cintanya Allah. Hati kita nih manusia, sama suami disayang, sama anak disayang, saudara disayang, sama sahabat disayang gak pernah tahu rasanya ditinggalkan. gak pernah tahu rasanya ada orang meninggalkan kita, kamu gak akan mengerti pemahaman bahwa Allah SWT dan Rasul-Nya yang cintanya tak terbatas padamu. Seperti para istri yang hatinya merasa ditinggalkan oleh suami, para orang tua yang merasa anaknya sibuk dengan dunianya sendiri sehingga merasa ditinggalkan anakmu. Apapun aja dalam kehidupan kawan-kawanmu, orang-orang terdekatmu, orang tuamu, siapapun ketika kamu merasa bahwa yang kamu cintai tidak membalas cintamu. 

Itu adalah cara Allah mengenalkan kepadamu tentang kasih sayangnya tak terbatas Allah lagi kasih perbandingan bagaimana kasih sayang manusia itu terbatas. Demikianlah rangkuman ceramah Ustadzah Halimah Alaydrus bertema Kasih Sayang Tanpa Terbatas. kurang lebihnya mohon dimaafkan. Kekurangan datangnya dari diri ini dan kesempurnaan hanya Milik Allah SWT. Semoga bermanfaat dan kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi menjalani awal tahun baru ini. Aamiin YRA 🤲

Komentar

Postingan Populer