Menjadi Nasabah Bijak, Terlindungi Dari Kejahatan Siber


Edited by : Canva

Keseharian aku sebagai guru TK plus content creator tak terlepas dengan transaksi bank mulai dari transfer uang bulanan dari suami, pembayaran fee job digital sampai pembelian saldo e-wallet, tagihan listrik, tagihan PAM dan masih banyak lagi sehingga menjadi lebih simple atau praktis dalam melakukan transaksi apapun tanpa harus keluar rumah cukup dalam genggaman melalui smartphone kesayangan kita tinggal sat set pencet pembayaran selesai deh. Apalagi 2 tahun ke belakang kita mengalami masa pandemi covid-19 yang mengharuskan untuk menghindari kontak fisik alias menjaga jarak sehingga beralih ke transaksi pembayaran cashless atau pembayaran non tunai seperti kartu kredit, kartu debit, uang elektronik prabayar, e-wallet atau dompet digital, QRIS dan virtual account dimana ke-6 metode pembayaran cashless di atas begitu populer di Indonesia.

Era teknologi digital memberikan kemudahan bagi nasabah bank untuk melakukan transaksi pembayaran secara praktis, mudah dan aman namun belakangan ini kita harus lebih waspada juga hati-hati lagi dengan maraknya kejahatan siber yang merajalela di sekitar kita sehingga ada kecemasan tersendiri kalau-kalau masuk perangkap pelaku kejahatan siber tersebut. Untuk itu sebagai nasabah bank perlu banget mengenali lebih dalam tentang modus kejahatan siber di dunia perbankan ini agar jangan sampai tertipu dimana saat ini maraknya menggunakan sarana internet. Nah, dibawah ini penjelasan dari modus-modus kejahatan siber dalam dunia perbankan diantaranya :

1. Carding


Edited by : Canva

Pengertian Carding yaitu suatu modus kejahatan transaksi dengan menggunakan kartu kredit orang lain. Jadi, setelah mengetahui nomor kartu kredit korban, pelaku kemudian berbelanja online dengan kartu kredit curian itu. Nomor kartu kredit tersebut dicuri dari situs atau website yang tidak aman.

2. Typo site


Source image by : Jatim Network

Selanjutnya untuk modus kejahatan siber di perbankan yang kedua perlu kita waspadai yaitu Typosite. Jadi di sini pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang tidak hati-hati dalam mengetikan alamat situs bank online yang hendak diaksesnya, dimana situs tersebut merupakan situs palsu yang dibuat pelaku sehingga seolah-olah situs bank yang sebenarnya.

3. Phising


Source by : Jojonomic

Nah, untuk modus kejahatan siber yang ketiga di dunia perbankan yaitu Phising, hampir sama dengan modus Typosite. Mengutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id bahwa Malware atau Phising adalah modus kejahatan penipuan dengan menciptakan suatu alamat situs palsu atau mengirimkan email dari suatu perusahaan yang bertujuan untuk memancing pengguna internet memberikan rincian informasi diri. Dan sasaran korban phising ini adalah pengguna online banking.

4. Modus Via Whatsapp



Edited by : Canva

Nah modus yang terakhir ini paling marak terjadi bikin meresahkan pengguna teknologi digital terutama nasabah bank, seperti modus penipuan klik link, modus penipuan whatsapp kode OTP, modus penipuan minta tolong dan modus penipuan mengatasnamakan bank. Bentuk modus penipuan atas nama bank dimana penipu biasanya mengirim chat tentang menang undian bank kemudian meminta kita melakukan pembaharuan data pribadi tujuannya tak lain agar pelaku mendapatkan akses mulai dari pin, password hingga username yang biasa kita gunakan saat transaksi online banking. Agar tak tertipu lebih baik segera blokir dan laporkan nomor whatsapp penipu tersebut kemudian menghubungi nomor resmi bank tempat kita membuka rekening.

Gerakan Nasabah Bijak 


Source Image : PNGwing

Semakin maraknya kejahatan siber dalam dunia perbankan membuat Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia berinovasi menggagas gerakan Nasabah Bijak yaitu gerakan dalam mengajak para nasabah menjadi agen perubahan dan penyuluh digital untuk memberantas kejahatan siber di sektor perbankan. Adapun tips menjadi nasabah bijak dalam menghindari modus penipuan kejahatan siber di dunia perbankan sebagai berikut :

1. Tidak memberitahukan kode akses/nomor pribadi Personal Identification Number (PIN) kepada orang lain,

2. Tidak mencatat dan menyimpan kode akses/nomor PIN di tempat yang mudah diketahui oleh orang lain,

3. Rajin update/ubah password rekening bank berkala secara berkala,

4. Rajin atau rutin untuk melakukan cek rekening dan menghubungi bank,

5. Jangan pernah membagikan pesan kode rahasia atau OTP pada siapapun pada saat transaksi dengan internet banking,

6. Jangan lupa selalu periksa transaksi secara teliti sebelum konfirmasi atas transaksi yang akan dilakukan,

7. Selalu waspada dan hati-hati dengan aplikasi internet yang merupakan spam atau malware atau phising yang mungkin dapat mencuri data-data pribadi dan menyalahgunakan di kemudian hari,

8. Tidak melakukan transaksi perbankan online dengan menggunakan internet di tempat umum seperti layanan wifi gratis karena berpotensi data pribadi kita dicuri pihak lain dalam jaringan yang sama,

9. Pastikan tidak lupa keluar atau log out setelah selesai melakukan transaksi di internet banking, dan

10. Pada saat berganti ponsel, pastikan semua data-data telah terhapus untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Peran Penyuluh Digital 


Source image : CNBC Indonesia


Untuk memperkuat digitalisasi, Bank BRI terus berinovasi yang terbaik dalam mengotipmalkan pelayanan bagi nasabahnya salah satunya dengan mengenjot peran Penyuluh Digital dimana mempunyai 3 tugas penting diantaranya mengedukasi masyarakat agar bisa melek terhadap layanan perbankan digital, kemudian mengajari masyarakat untuk melakukan transaksi secara digital dan mensosialisasikan dan mengajari masyarakat untuk mengamankan rekeningnya dari kejahatan-kejahatan siber yang sedang marak saat ini. Kegiatan ini dilakukan agar ke depannya masyarakat kita bisa lebih digital dan cashless dalam bertransaksi namun tetap hati-hati atau waspada supaya jangan sampai tertipu dalam kejahatan siber. Yuk, bisa yuk mulai menjadi nasabah bijak dalam memberantas maraknya kejahatan siber di sekeliling kita. Semoga artikel ini bermanfaat, terima kasih dan sampai jumpa kembali πŸ™.






2 komentar:

  1. kita emang mesti hati-hati ya mba, tidak mudah tergiur dan percaya sembarang orang. Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku tapi karena ada kesempatan.

    BalasHapus
  2. Seram banget ya kalo di dilihatnya tapi ya kita harus lebih cermat dan teliti agar tidak kena perangkap para penipu...

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya, dan silakan berkomentar yang baik dan mengesankan.
Mohon jangan mengirimkan link hidup karena otomatis saya hapus. πŸ™πŸ™

Diberdayakan oleh Blogger.