Liburan Singkat Ke Cirebon Penuh Pesan Tersirat



Assalamualaikum, wr, wb...

Apakabar guys, semoga senantiasa baik-baik saja dan sehat wal'afiat dalam lindunganNya. Aamiin Allahumma Aamiin Mengawali awal tahun (2019) baru ini saya mendapat kenikmatan yang luar biasa selain dikasih nikmat panjang umur, sehat jasmani rohani plus kesempatan liburan bareng keluarga tercinta yaitu ke kota Cirebon.

Bila biasanya kami menghabiskan liburan ke luar kota dengan menginap ke villa sekitaran puncak, jawa barat dan untuk kali ini sang kakak perempuan (teteh) mengajukan liburan singkatnya ke kota Cirebon sekalian wisata religi dengan menggunakan moda transportasi darat yaitu kereta api. Mamapun mengiyakan sama halnya dengan saya, adik dan kakak yang lain secara akomodasi tiket pulang-pergi plus hotel murah ditanggung oleh teteh(sebutan kakak). Lumayan banget kan, hihi

Akhirnya tanggal 5 januari kami sekeluarga sekitar 11 orang berangkat menuju Cirebon dengan menggunakan kereta api kutoharjo dimana jam keberangkatan pukul 05.25 dari Stasiun Senen. Sejak pukul 2 dinihari kami sudah siap dengan perlengkapan masing-masing kemudian berangkat ke stasiun dengan menyarter mikrolet tetangga.

Walaupun sempat ngaret datangnya secara harus mengisi solar kendaraan alhamdulillah masih bisa terkejar dan gak mepet sekali. Sesampainya di Stasiun Senen menjumpai suasana ramai juga hiruk pikuk penumpang yang ingin berangkat menuju kota tujuan ada yang menunggu di depan musholla, counter makanan, minimarket dan sebagainya.



Adik saya mendapat tugas bagian ngeprint'in kode booking tiket kereta yang sebelumnya melalui pemesanan online, lumayan lama sih selain harus antri juga jumlah booking tiket yang harus diprint sebanyak 11 tiket maklum aja yang ikut liburan orangnya banyak. Haha akhirnya selesai juga print'in tiketnya kami segera check in tiket secara kereta sudah stand by cantik menanti kedatangan kami. So sweet banget deh. Hihi

Tak lupa kami menunjukkan KTP asli beserta print tiket ke security kemudian discan oleh petugas stasiun selanjutnya menuju peron dimana yang melewati anak tangga dan masuklah ke gerbong kereat untuk mengambil posisi kursi sesuai tiket yang tertera. Kursi kami kebetulan berdekatan tapi sayangnya gak bisa disetting atau distel berhadapan agar bisa leluasa mengobrol atau bercanda serasa di rumah sendiri. Hihi 



Oh, ya ternyata kursi yang bisa distel berhadapan adanya di eksekutif gitu bukannya kereta ekonomi yang kami naiki ini . Tapi syukuri dan nikmati sajalah yang penting selamat sampai di tujuan lagipula perjalanan hanya 3 jam saja kok. Seiring waktu berjalan penumpang mulai berdatangan memenuhi kursi kosong di ular besi yang menjadi moda transportasi favorit publik. 

Pemandangan Dari Balik Jendela
Tak lama kemudian kereta yang kami tumpangi meninggalkan stasiun dengan gagahnya menyusuri rel dikelilingi oleh pemandangan sawah, pabrik, pepohonan dan sebagainya. Saya kebetulan mendapat kursi dekat jendela sehingga terlalu mubazir melewatkan keindahan alam Sang Ilahi dengan menikmati cemilan ringan. Sedangkan keponakan tercinta asyik berceriwis ssndiri begitupun anggota keluarga lainnya sibuk dengan gadget kesayangan dan ada juga tertidur pulas.


Bagi kamu yang ingin sarapan tak perlu khawatir kelaparan di kereta tersedia kuliner special seperti nasi goreng, sate, ayam goreng dan sebagainya. Sang pramugari dan pramugara kereta akan melayanimu dengan senang hati biasanya keliling dengan trolley di jam makan pagi, siang dan malam.

Selamat Datang Di Kota Cirebon

Setelah melewati beberapa stasiun akhirnya kami sampai di Stasiun Cirebon Prujakan sekitar pukul 08.40, melanjutkan ke destinasi pertama yaitu Keraton Kasepuhan Cirebon dengan menumpang mobil online dan menyewa angkot memakan waktu 15 menit. Ini kali keduanya menginjakkan kaki di kota udang, yang pertama kali 15 tahun lalu dalam rangka besan pernikahan sang paman dan menggunakan bus carteran. Wah, ternyata sudah lama juga yaa. Hikshks


Mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon 


Area Museum Keraton Kasepuhan Cirebon
Kamipun sampai juga di Keraton Kasepuhan Cirebon, di sini setiap pengunjung membayar HTM yaitu pelajar/mahasiswa : 10 ribu sedangkan dewasa : 15 ribu kemudian kami disambut oleh seorang guide keraton namanya Pak Satu menceritakan bagaimana sejarah berdirinya keraton yang luasnya sekitar 20 ha (hektar) sambil mengelilingi keraton yang terdiri dari banyak bangunan dengan fungsi berbeda.


Photo bareng pangeran kasepuhan

Selanjutnya kami diajak bersilahturahmi menuju kediaman pangeran Kasepuhan Cirebon sempat bincang-bincang sejenak kemudian ke sumur kejayaan untuk menikmati keberkahan dari air sumur yang sangat melegenda hingga saat ini perlu diingatkan saat mandi di sini jangan melencengkan niat untuk hal-hal musyrik tetaplah berpedoman lillahi ta'ala. 

Tampak depan museum keraton kasultanan

Kereta kencana duplikat milik keraton kasultanan

Tempurung tahun 1300an (Dokpri)



Lukisan 3 Dimensi Prabu Siliwangi (Dokpri)

Menjelajah Museum Kesultanan Kasepuhan

Setelah mandi dari air sumur ini kemudian kami lanjut ke museum kesultanan kasepuhan dengan membayar HTM 25 ribu, di museum ini akan dimanjakan oleh penampakan berbagai macam pusaka dari mulai kereta kencana, keris, lukisan 3 dimensi prabu siliwangi, dan banyak lainnya. Seperti apa detailnya nanti saya angkat di post special tentang museum keraton kasepuhan.


Puas mengelilingi keraton kasepuhan kamipun bergegas menuju penginapan yang telah dibooking jauh-jauh hari oleh kakak tercinta. Seperti biasa kami mengandalkan aplikasi online untuk mengantarkan ke hotel murah pilihan keluarga kami.

Menginap Di hotel murah



Cukup menghabiskan perjalanan sekitar 20 menit sampailah kami di penginapan yang ternyata dekat sekali dengan Stasiun Cirebon. Untuk soal check in room diserahkan sama si teteh yang telah membooking jauh-jauh hari. Setelah bincang sebentar mbak resepsionist segera menyerahkan dua kunci kamar yang letaknya di lantai dua.


Angle sudut hotel kami

Berhubung kami liburannya sangat singkat makanya hanya membooking dua kamar saja yaitu satu kamar untuk teteh beserta keluarga kecilnya sedangkan kamar lainnya buat aku bersama orangtua, adik dan kakak. Lagipula setiap kamar tersedia 2 bed plus bed tambahan di bawah jadi lumayan pas buat kami yang menempatinya.



Obrolan santai menjelang senja

Selesai ishoma (istirahat, sholat dan makan) tak berbeda dengan rutinitas di rumah, kami mengobrol santai depan balkon sambil menikmati pemandangan indah kota cirebon walaupun gak ada pantai atau gunung sih guys. Hehe Tak terasa senjapun menghampiri disusul kilauan bintang di langit mewarnai angkasa yang berarti saatnya bobo untuk esok hari menuju destinasi selanjutnya. Akhirnya lelap sudah kami dalam buaian mimpi indah di kota cirebon.

Sarapan Nasi Kuning

Mentari pagipun menyapa ditemani sarapan pagi khas penginapan ini yaitu nasi kuning plus teh manis hangat yang lumayan mengganjal perut sampai makan siang nanti. Destinasi pagi di hari terakhir ini berziarah ke makam sunan gunung jati. Awalnya menuju ke sana dengan memesan mobil online, alhamdulillah pas banget keluar dari halaman hotel ada angkot berhenti lalu dicarternya untuk pulang pergi supirpun mengiyakan.


Berziarah Ke Makam Sunan Gunung Jati

Perjalanan sekitar 15 menit, arus lalu lintasnya lancar saja ternyata di Cirebon terdapat CFD (Car Free Day) juga seperti di jakarta. Makanya sang supir mencari jalan pintas untuk menghindari CFD. Sampailah kami di Makam Sunan Gunung Jati, suasana masih sepi penziarah hanya ramai para pengemis yang bertebaran di sekitaran halaman parkir.



Photo depan pelataran pintu masuk

Subhanallah, ada kebahagiaan tersendiri dan luar biasa bisa menginjakkan pertama kali ke salah satu wali songo yang menjadi perintis berkembangnya agama islam di wilayah jawa. Selama ini hanya tahu lewat mbah google atau buku sejarah islam namun kali ini bisa bersilahturahmi ke peristirahatan terakhir sunan gunung jati beserta keluarga juga prajuritnya. 


Masya Allah, menaiki puluhan anak tangga dimana kiri kanan dipenuhi oleh beberapa nisan bahkan sampai puluhan yang merupakan keluarga dan prajurit beliau. Barulah di puncak teratas kami menjumpai makam Sunan Gunung Jati dibatasi tembok besar dikelilingi oleh makam para anak beliau. Langsung kami mengaji dan berdoa untuk sunan gunung jati beserta keluarga besar dan para prajuritnya.

Satu hal lagi, jika berziarah ke sini niatkan untuk silahturahmi dan meminta keberkahan kepada Allah SWT melalui para wali Allah jangan pernah berniat buruk atau melenceng dari koridor agama (ngerti kan, maksudnya apa). Oh, ya pada saat di makam aku sengaja gak mengabadikan suasana di sana dalam jepretan kamera untuk lebih menghormati dan santun kita terhadap tempat-tempat yang suci atau keramat❤

Belanja Buah Tangan Cirebon

Berhubung berdoanya sudah selesai, kamipun menuju ke bawah apalagi para penziarah sudah mulai memadati area makam sunan gunung jati. Pak supir kemudian mengantarkan kami ke destinasi selanjutnya toko oleh-oleh khas Cirebon, ternyata dengan waktu 15 menit sampailah kami di toko dimana parkirannya lumayan luas. Kamera gadgetpun mengabadikan moment saat kami belanja oleh-oleh hingga berakhir di meja kasir. Itupun kami segerakan belanjanya karena pak supir sudah ditunggu temannya untuk gantian menarik angkotnya.



Buah tangan dari kota Cirebon (dokpri)
Saatnya kami kembali ke penginapan untuk beberes barang bawaan walaupun sebelumnya kita makan siang dulu pesan dari ojek online. Sekitar jam 14.00an kami check out hotel pastinya roomnya dirapikan dulu dong supaya meninggalkan kesan baik bagi karyawan hotel tersebut. Tak lupa berpamitan sama beberapa room boy yang telah melayani kebutuhan kami dengan begitu baik.

Adik aku, amri berpisah depan hotel karena stasiun keberangkatannya di Cirebon Prujakan sedangkan kami bersepuluh di Stasiun Cirebon yang tinggal jalan kaki 10 menit sudah sampai. Jam keberangkatan kereta kami masih lama sih yaitu 16.45 berkat saran pak porter lebih baik langsung boarding pass saja kan bisa menunggu di bangku depan peron. Sambil menunggu kereta dilewatkan mengemil roti, dan tak berapa lama sang ular besi yang dimaksud sudah tiba langsunglah menuju gerbong dan mencari kursi sesuai yang tertera di tiket. 

Kembali Ke Jakarta Tercinta

Stasiun Cirebon (Dokpri)

Ruang tunggu stasiun

Tiket kereta api

Kursipun sudah ketemu saatnya duduk cantik sembari menunggu penumpang berdatangan memenuhi kursi kosong di dalam kereta. Teng,  jam 16.45 kereta api berangkat menuju jakarta ini artinya liburan telah usai saatnya kembali ke realita(Jakarta). Rasanya masih belum puas menikmati liburan singkat ini namun biar begitu banyak sekali pembelajaran dan hikmah yang bisa aku ambil untuk perjalanan liburan kali ini yaitu lebih banyak sabar dan ikhlas mengambil tauladan dari para wali Allah SWT. 

Terima kasih kota Cirebon untuk liburan singkatnya namun penuh pesan tersirat, izinkanlah kami suatu saat nanti bisa bersilahturahmi kembali kembali di kota ini untuk mengunjungi destinasi sejarah lainnya supaya bisa mengenal lebih dekat tentang jejak perjalanan kota Cirebon. Aamiin YRAπŸ™❤




22 komentar:

  1. Kalau jalan-jalan ke cirebon, sepertinya kunjungan ke keraton kasepuhan cirebon dan ziarah ke makam sunan gunung jati itu nggak boleh dilewatkan yaa...

    BalasHapus
  2. ngomongin Cirebon aku jadi teringat kenangan masa kecil karena saat itu orang tuaku pernah ngajakin aku ke sana.. tapi sayang belum sempat banyak berkunjung ke tempat2 wisata.. padahal Cirebon kota yg sarat budaya :)

    BalasHapus
  3. Selanjutnya mati liburan ke Cianjur hehehe
    Saat ini kalian dari Jakarta sudah ada Kereta Api. Meski harus sambung ke Bogor dan Sukabumi.
    Semoga kedepannya seperti diumumkan Kang Emil ke Cianjur Selatan juga akan ada jalur Kereta Api jadi semakin mudah buat yang mau liburan

    BalasHapus
  4. Padahal dulu saat masih tinggal di Majalengka sering ke Cirebon tapi belum pernah mampir ke Keraton Kesepuhan apalagi makan sunan GUnung Jati hehe yang aku kunjungi Moll atau taman Ade irma hahaha

    BalasHapus
  5. Asyik banget jalan-jalannya. Waktu aku ke Cirebon belum ke makam Sunan Gunung Jati.
    Oh ya Mbak, bisa kasih saran enggak. Ceritanya sudah runut dan bagus tapu penggunaan huruf besarnya kacau. Seperti Cirebon berapa kali ditulis cirebon, lalu Stasiun Senen ditulis stasiun senen.
    Tolong diperhatikan Mbak, karena aturan penulisan seperti ini dasar sekali.
    Maaf saya menggurui...:)

    BalasHapus
  6. ahh, udah lama banget gak naik kereta, lumayan juga yah perjalananya hanya sekitar 3 jam dari jakarta, sama kaya kalau bawa mobil tujuan bandung, hihihihi

    terakhir naik kereta ke jogja sekitar 3 tahun lalu dan kapok karena naik kereta malam dan gak bisa tidur, karena lampu kereta gak seperti dipesawat yang bisa dimatikan atau diredupkan, tapi kayanya kalau ke cirebon perlu di coba deh, apalagi tempat wisatanya juga seru2...

    BalasHapus
  7. Aku org cirebon mba seru memang walaupun hawanya panas ya,, sayang keraton kesepuhan gitu msh bnyk pengemis y jd agak kurang sreg utk dtg lagi

    BalasHapus
  8. Setiap kali ke Cirebon, saya belum pernah mengunjungi tempat wisatanya kecuali ke Goa Sunyaragi. Selalu aja pengennya kulineran melulu. Harus dijadwalin lagi jalan-jalan ke Cirebon :)

    BalasHapus
  9. Hiks.. saya belum pernah jalan-jalan di Cirebon, setiap kali naik kereta cuma lewat doank.. Ketika sahabat (temen kuliah) mudik ke Cirebon belum pernah sekalipun saya ikutan. Padahal penasaran lho dengan tempat-tempat wisata di Cirebon..

    BalasHapus
  10. Kakak Riesma jalan-jalan asyik ke Cirebon 😍 di Keraton Kasepuhan Cirebon ini nih yang jadi keinginanku, semoga daku bisa ke sana ah

    BalasHapus
  11. Seru banget mbak jalan-jalan ke cirebon. Aku cuma sekali-kalonya ke cirebon itupun dalam rangka kerja. Jadi gak bisa eksplore sepuasnya.

    BalasHapus
  12. Asyik jalan jalan ke cirebon, mengunjungi leraton kesepuha, pastinya banyak keindahan disana ya kak, pastinya seru banger piknik bareng keluarga

    BalasHapus
  13. Aku baru 2x ke Cirebon mbak dan asli pengin banget balik lagi. Tempatnya asik dan banyak objek wisata keren buatku .. pas banget aku sama suami sama2 suka kota Cirebon ini

    BalasHapus
  14. Belum pernah sama sekali ke Cirebon kak, penasaran kayak apa di sana, duh apalagi nilai historynya banyak yah, smga saja nanti bisa ke sana juga, amiinnnn

    BalasHapus
  15. Baca cerita ini jadi ingat wisata kuliner aku ke Cirebon waktu itu. Banyak banget makanan-makanan enak di sana. Tahu gejrot salah satu fav aku. Di jakarta belum nemu yang seenak di Cirebon.

    BalasHapus
  16. Jadi kangen sama empal gentong Cirebon nih, salah satu kuliner wajib kalau ke Cirebon. Selain itu biasanya suka mampir juga ke nasi jamblang mang Dul dan tak lupa jajan dage dan krupuk gapit.

    BalasHapus
  17. Banyak ternyaya ya daya tarik Cirebon ini. Beberapa tahun kemarin saya ke Cirebon untuk wisata alam. Ternyata ada juga wisata sejarahnya.

    BalasHapus
  18. Saya pingin merasakan kulineran di Cirebon, salah satunya adalah nasi jamblang khas Cirebon dan makannya di Cirebon. Tapi kapan yaa..

    BalasHapus
  19. Seru banget ya pastinya jalan-jalan bareng keluarga. Dan ternyata dari jakarta nggak terlalu jauh ya cirebon ini

    BalasHapus
  20. Seru bgt jalan jalan ke cirebon. Dulu saya kuliah di cirebon sering bgt nongkrong dikeaton foto2 alay...
    Udah 2019 tiketnya masih aja segitu wkwkwk
    Aku paling serem kalo liat lukisannya berasa diliatin prabu siliwangi wkwkwk

    BalasHapus
  21. Dulu ada tour ke Cirebon waktu masih SMA sayangnya lagi sakit, maka sejak itu saya nggak pernah ke Cirebon lagi.

    BalasHapus
  22. perjalanan yg seru sekali mba.. jika ada kesempatan berkunjung ke Cirebon, saya juga ingin ngajak anak-anak berwisata sejarah dan kuliner di sana :)

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya, dan silakan berkomentar yang baik dan mengesankan.
Mohon jangan mengirimkan link hidup karena otomatis saya hapus. πŸ™πŸ™

Diberdayakan oleh Blogger.