Alunan Musik Sebagai Wadah Dakwah Di Era Millenial

Blogger Halal In Action (Dokpri : Meili)
Musik bisa dibilang salah satu hal yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan manusia, pastinya rasanya berasa sepi dan hambar jika tak ada alunan musik untuk menemani keseharian kita selama ini. Jika pakai Istilah anak zaman now yaitu Gak ada musik gak rame. Hehe

Nah, di era millenial ini musik atau lagu sudah mengalami kemajuan yang menggembirakan tak hanya bergenre slowpop, pop rock, ballads namun mulai berinovasi dalam syair-syair indah dalam lantunan shalawat secara tidak langsung selain mendapatkan ketenangan dan kedamaian hati atau jiwa juga pahala yang melimpah. Aamiin 🙏🙏
Flyer Acara (Source: KsbiMui)
Sambutan Acara (Dokpri)
Untuk itu, Komisi Pembinaan Seni Dan Budaya Islam MUI mengadakan meeting forum yang mengundang rekan blogger dan media dalam Halaqah Seni Budaya Islam bertema  "Seni Musik Sebagai Wadah Dakwah Di Era Millenial" yang dihadiri oleh para narasumber berkompeten dalam bidangnya yaitu :
*  KH. Buya Zainut Tauhid ( Wakil Ketua Umum MUI)
*  KH. Shodiqun
*  KH. Cholil Nafis (Ketua Komisi Dakwah)
*  Asrorun Ni'am Sholeh
*  Habiburahman El-Shirazy
*  Dwiki Darmawan (Musisi Senior)
*  Erick Yusuf
*  Agus Snada



Pembicara Meeting Forum (Dok: Nur Aida)
Sebelumnya acara siang itu dimulai dengan alunan nasyid kemudian dilanjutkan pembacaan tilawah Al-Qur'an supaya acara semakin berkah dan berjalan sukses. Salah satu pembicara Ketua Komisi Pembinaan Seni dan Budaya Islam Majelis Ulama Indonesia KH. Shodiqun memaparkan bahwa " sebagai alim ulama MUI harus mengetahui kondisi yang realistis saat ini karena tak mungkin berdakwah dimana masyarakat sendiri tidak tahu atau mengerti sehingga pesan dakwahnya tersampaikan dengan baik".

Fenomena musik gambus yang dinyanyikan oleh sabian salah satu pertanda baik bahwa musik sebagai salah satu media dakwah yang paling tepat di era milenial karena musik sifatnya universal sehingga sudah seharusnya kita mengisi dengan syair-syair indah menyampaikan pesan positif bagi pendengarnya.

Sedangkan pandangan dari seorang Habiburahman El-Shirazy selaku Ketua Komisi Pembinaan Seni dan Budaya Majelis Ulama Indonesia menjelaskan bahwa tujuan utama diadakan halaqah seni budaya islam yaitu ingin menghidupkan dan menyemarakkan kembali seni-seni budaya yang ada di nusantara kita dan melalui musiklah sebagai wadah dakwah yang paling tepat di era millenial sekarang ini karena mudah diterima oleh kalangan apapun.

Penyerahan Plakat untuk Dwiki Darmawan (Dok: Meili)
Mas Dwiki Darmawan seorang musisi senior menyatakan rasa ketertarikan juga kepeduliannya membantu MUI dibidang seni budaya ini berupa keinginan untuk bisa memproduseri dan mengemas musik islami supaya tampil di ajang festival musik islami bertaraf internasional. Ini merupakan langkah awal yang baik dalam mensyiarkan islam tak hanya di dalam negeri tapi merambah kancah internasional.

Pemaparan oleh kang abik (Dokpri)
Benang merah dari meeting forum bersama ulama dan musisi bahwa musik sebagai wadah dakwah yang tepat untuk berbagai kalangan bisa diterima dengan baik diharapkan melalui kerjasama yang sama bagus dari pihak terkait dapat mencapai harapan yang diinginkan dan Insya Allah berkah dunia akhirat. Aamiin 🙏🙏





3 komentar:

  1. Musik memanglah media dakwah yang tepat di era millenials ini. Melalui musik, dakwah akan menjadi sebuah keindahan tersendiri. Selain itu, bisa masuk ke segala usia.

    BalasHapus
  2. Semoga dengan adanya Blogger Halak menjadi cara untuk memberikan informasi mengenai Seni Budaya Islam MUI

    BalasHapus
  3. Sebenarnya Indonesia kaya akan seni budaya yang islami, semoga Indonesia bisa menyelenggarakan festival musik Islam Internasional juga.

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya, dan silakan berkomentar yang baik dan mengesankan.
Mohon jangan mengirimkan link hidup karena otomatis saya hapus. 🙏🙏

Diberdayakan oleh Blogger.