Tragedi Pesawat Jatuh, Antara Takdir Atau Kelalaian Manusia?



Belum lama ini dunia penerbangan kita kembali dirundung duka dengan jatuhnya pesawat terbang dari maskapai Lion Air JT-610 yang membawa 181 orang penumpang dan 8 awak pesawat di perairan tanjung pakis karawang, Jawa Barat. Dan ini bukan kali pertamanya burung besi berlogo singa merah mengalami insiden kecelakaan hingga memakan korban jiwa, bagian dari takdir atau kelalaian manusia?

Jujur saja, selama ini aku belum pernah merasakan transportasi si burung besi yang begitu gagah saat terbang ke angkasa alasannya bukan karena takut mengalami kecelakaan seperti jatuh atau sejenisnya tapi mungkin kesempatannya belum ada untuk menggunakan transportasi terbilang bebas macet dan lebih cepat sampai ke tujuan. Secara belum pernah bepergian jauh sampai harus menggunakan pesawat terbang paling juga moda transportasi bus.

Source : liputan.com
Bisa dibilang Lion Air tak bisa belajar dari pengalaman seharusnya kecelakaan pesawat yang sering menimpa Lion Air bisa dijadikan bahan intropeksi diri bagi maskapai penerbangan terbesar dan paling muda di Indonesia ini. Rentetan kecelakaan yang terjadi dalam kurun waktu 10 tahun ini bukan membuat Lion Air semakin memperbaiki pelayanan terutama menyoal keselamatan penumpangnya. Apakah nyawa sebegitu murah ya seperti halnya harga tiket yang ditawarkan hingga tak memperhatikan keselamatan bagi penumpangnya??

Takdir memang sudah rencana Allah SWT bahwa jodoh, rezeki dan umur sudah di tangan Sang Maha Kuasa namun kembali lagi ke manusianya selama mau berusaha untuk meminimalisir Insya Allah kecelakaan seperti kasusnya Lion Air tidak akan terjadi dan kemungkinan tak separah itu bayangkan sampai 189 jiwa melayang sia-sia. Jika dari awal pesawat tersebut sudah tak laik beroperasi kenapa juga masih dipaksakan untuk diterbangkan demi meraup kocek keuntungan perusahaan yang akhirnya merugikan orang lain.

Ironisnya lagi, ternyata sebelum insiden ini terjadi pada minggu malamnya pesawat Lion Air mengalami insiden tak mengenakkan saat membawa penumpang dari denpasar menuju ke jakarta dimana teman aku termasuk manifest penumpang dan beberapa orang menceritakan pengalaman buruk dan menegangkan tersebut pada acara ILC TvOne beberapa waktu lalu. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa sistem managemen dalam Lion Air sudah bobrok dan gak ada pembaharuan lebih baik untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penumpangnya

Pemerintah dalam hal ini kementerian perhubungan seharusnya memberikan sanksi lebih tegas terhadap maskapai berlogo singa merah ini karena telah merendahkan nyawa manusia hingga melayang sia-sia dan rutin mengadakan audit perusahaan maskapai penerbangan lainnya yang beroperasi di indonesia sehingga kecelakaan serupa tak akan pernah terjadi kembali, sudah cukup keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air sangat menderita jiwa raga atas kehilangan anggota keluarganya dalam insiden tersebut.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk memojokkan atau menyudutkan salah satu pihak hanya sebagai muhasah diri supaya lebih baik lagi bahwa apapun yang terjadi mungkin takdir illahi, manusia bisa berencana dan Sang Maha Kuasa yang menentukan. Turut berduka cita sedalam-dalammya untuk para korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 semoga ditempatkan disisi-Nya dan diampuni segala dosa-dosanya. Sedangkan keluarga yang ditinggalkan senantiasa Allah SWT berikan kekuatan maupun ketabahan sebesar-besarnya. Aamiin YRA πŸ™


Tidak ada komentar

Terima kasih atas kunjungannya, dan silakan berkomentar yang baik dan mengesankan.
Mohon jangan mengirimkan link hidup karena otomatis saya hapus. πŸ™πŸ™

Diberdayakan oleh Blogger.